Pandan (Pandanus amaryllifolius) merupakan tanaman yang memiliki kandungan bioaktif yang dapat memberikan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis. Tujuan penelitian ini yaitu membandingkan efektivitas metode maserasi, ultrasonik, dan sokletasi dalam mengekstrak senyawa bioaktif. Penelitian dilakukan secara eksperimen, sampel diekstraksi dengan cara maserasi, sokletasi, dan ultrasonik selama 1 jam dengan menggunakan pelarut metanol. Hasil konsentrasi larutan stok ekstrak daun pandan wangi yang diperoleh dari metode maserasi sebesar 0.49%; metode sokletasi sebesar 3%, dan metode ultrasonik sebesar 3,90%. Daun pandan segar menghasilkan serbuk simplisia dengan rendemen 24,89%. Penelitian ini membandingkan efektivitas ekstraksi senyawa metabolit sekunder menggunakan metode maserasi, sokletasi, dan ultarsonik. Maserasi menghasilkan fraksi polar dominan dengan konsentrasi 0,49% (m/v), ultrasonik menghasilkan ekstrak 3,90% (m/v), dan sokletasi 3% (m/v). Warna hijau tua pekat pada ekstrak mengindikasikan keberadaan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan klorofil. Semua metode terbukti efektif dalam mengekstraksi senyawa aktif dari daun pandan.
Copyrights © 2025