Tanah di Dusun Kedungdandang, Muncar, sebelumnya telah diidentifikasi sebagai tanah lempung ekspansif yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar air serta memiliki sifat kembang susut yang besar, sehingga menyebabkan penurunan daya dukung dan kerusakan struktur seperti retak pada lantai dan dinding bangunan, oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan tanah melalui proses stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen dan abu sekam padi (ASP) terhadap sifat mekanis tanah lempung ekspansif dengan menggunakan 3% semen serta 6%, 8%, dan 10% abu sekam padi berdasarkan berat tanah. Hasil uji kuat tekan bebas (UCT) menunjukkan bahwa tanah asli memiliki nilai qu sebesar 28,62 kN/m², kemudian meningkat menjadi 55,08 kN/m² dengan penambahan 3% semen dan 6% ASP, menjadi 62,66 kN/m² dengan 3% semen dan 8% ASP, dan mencapai nilai tertinggi sebesar 86,98 kN/m² pada campuran 3% semen dan 10% ASP. Peningkatan nilai qu ini menunjukkan bahwa proses stabilisasi mampu memperbaiki sifat mekanis tanah melalui reaksi pozzolan, sehingga terbentuk struktur tanah yang lebih stabil dan memiliki daya dukung yang lebih tinggi.
Copyrights © 2025