Transformasi digital dalam layanan kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) sebagai instrumen penting dalam mendukung pelayanan klinis dan administrasi, termasuk pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh kelengkapan RME pasien Tuberkulosis (TBC) terhadap kelancaran klaim pelayanan di RSUD Welas Asih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap 446 dokumen RME pasien TBC rawat jalan periode Januari–Maret 2025, serta wawancara dengan petugas klaim. Hasil menunjukkan bahwa meskipun seluruh dokumen berstatus final, terdapat 32 dokumen (7,2%) yang tidak mencantumkan nomor registrasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), yang menyebabkan klaim tertunda atau tertolak. Faktor utama yang memengaruhi kelengkapan RME meliputi ketidakterisian resume medis, hasil pemeriksaan penunjang, dan catatan perkembangan pasien (CPPT). Kendala utama dalam pengajuan klaim meliputi tidak adanya catatan terapi, ketiadaan hasil penunjang, serta nomor SITB yang tidak terinput. RSUD Welas Asih telah melakukan upaya perbaikan melalui pelatihan, integrasi SIMRS-SITB, dan verifikasi internal. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kelengkapan RME berperan krusial dalam memastikan klaim pelayanan berjalan lancar, dan sistem dokumentasi yang terintegrasi menjadi kunci penguatan tata kelola rumah sakit berbasis digital.
Copyrights © 2025