Kanker serviks merupakan salah satu kanker ginekologi dengan angka kejadian tinggi di Indonesia. Kemoterapi, sebagai salah satu modalitas pengobatan utama, sering menimbulkan efek samping yang berdampak pada fungsi psikologis, fisik, dan seksual pasien, sehingga memengaruhi peran mereka sebagai istri. Perspektif keperawatan memandang perubahan peran ini sebagai bagian integral dari kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi perubahan peran istri pada pasien kanker serviks pasca kemoterapi dari perspektif keperawatan. Desain penelitian ini Adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif pada delapan pasien kanker serviks stadium IIB–IIIB yang telah menjalani minimal satu siklus kemoterapi di RS Murni Teguh, Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dianalisis menggunakan metode Colaizzi, dan divalidasi melalui member checking. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lima tema utama: (1) kecemasan terhadap penyakit, (2) gangguan konsep diri, (3) gangguan hubungan seksual, (4) penyesuaian dalam peran rumah tangga, dan (5) dukungan keluarga. Perubahan peran istri terjadi akibat penurunan fungsi fisik, masalah seksual, dan perubahan psikologis yang memerlukan intervensi keperawatan holistic. Disimpulkan bahwa kemoterapi menyebabkan perubahan signifikan pada peran istri pasien kanker serviks, baik dalam aspek fisik, emosional, maupun seksual. Intervensi keperawatan berbasis teori kenyamanan Kolcaba dan teori peran Mercer dapat membantu pasien beradaptasi dan mempertahankan kualitas hidup
Copyrights © 2025