Kehamilan merupakan masa transisi penting yang dapat menimbulkan tantangan fisik dan emosional, sering kali memicu krisis psikologis seperti kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil umumnya muncul akibat ketakutan terhadap proses persalinan, nyeri, dan kondisi pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross-sectional, penelitian melibatkan 56 ibu hamil trimester III. Hasil menunjukkan bahwa 51,8% responden mengalami kecemasan ringan, sedangkan 48,2% mengalami kecemasan sedang hingga berat. Sebanyak 73,2% responden belum memiliki kesiapan optimal untuk menghadapi persalinan. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kesiapan persalinan (p-value 0,003 < 0,005), dengan koefisien korelasi 0,441 (p-value 0,001), yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Artinya, semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar pengaruhnya terhadap kesiapan menghadapi persalinan. Menariknya, sebagian kecil responden dengan kecemasan berat justru menunjukkan kesiapan yang lebih baik. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan psikologis, konseling, dan program manajemen stres untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta menjaga kesehatan mental mereka
Copyrights © 2025