Artikel ini mengkaji reinterpretasi ayat-ayat gender dalam Al-Qur'an melalui pendekatan hermeneutika kontekstual. Wacana gender dalam Islam telah lama menjadi bahan perdebatan, terutama terkait ayat-ayat yang seringkali dipahami secara harfiah dan diterapkan secara kaku tanpa mempertimbangkan konteks historis dan sosial-budayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika untuk menganalisis interpretasi klasik dan kontemporer terhadap ayat-ayat terkait gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika kontekstual menawarkan ruang interpretasi yang lebih progresif dengan tetap mempertahankan keaslian teologis Al-Qur'an. Pendekatan ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip egaliter Islam dapat diaktualisasikan melalui pemahaman yang komprehensif tentang asbāb al-nuzūl, maqāṣid al-sharī'ah, dan dialektika antara nilai-nilai universal dan konteks lokal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemikiran Islam yang responsif terhadap tantangan kontemporer dengan tetap menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesetaraan yang diajarkan Al-Qur'an.
Copyrights © 2025