Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employer branding terhadap minat melamar dan retensi karyawan dari Generasi Z, dengan mengidentifikasi dimensi-dimensi kunci yang berperan dalam setiap tahap tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner online. Sebanyak 200 responden Generasi Z (mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan karyawan junior) dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh antar variabel. Hasil penelitian membuktikan bahwa employer branding memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat melamar (β = 0,682; R² = 0,555) dan retensi karyawan (β = 0,521; R² = 0,402). Temuan kunci mengungkap perbedaan dimensi yang dominan: minat melamar paling dipengaruhi oleh nilai pengembangan diri dan nilai interesan (seperti peluang belajar dan budaya kerja), sementara retensi justru paling kuat dipengaruhi oleh nilai ekonomi (kompensasi) dan nilai aplikasi (keselarasan antara janji dan realitas kerja). Penelitian ini mengungkap pergeseran strategis bahwa employer branding bagi Generasi Z bukanlah konsep yang statis. Strategi yang efektif harus bersifat autentik dan holistik, dengan fokus pada "janji" pengembangan untuk menarik minat, dan diimbangi dengan pemenuhan "realitas" kompensasi yang adil serta pengalaman kerja yang selaras untuk memastikan retensi. Implikasi praktisnya, perusahaan perlu memastikan konsistensi antara komunikasi brand eksternal dan praktik manajemen internal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025