Hidrogel berbasis kitosan telah berkembang sebagai biomaterial berpotensi tinggi untuk aplikasi medis, khususnya dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengevaluasi hidrogel kitosan dari keong bakau (Telescopium telescopium) dengan crosslinker ganda glutaraldehida dan natrium tripolifosfat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan desain quasi-experimental. Populasi terdiri dari lima kombinasi rasio GA:STPP (4:1, 3:2, 1:1, 2:3, dan 1:4), dengan sampel berjumlah lima hidrogel diuji secara duplo menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup stopwatch untuk pengukuran gelling time dan jangka sorong digital untuk diameter zona hambat. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis komparatif dengan kategorisasi berdasarkan kriteria Valgas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio GA:STPP 1:4 dan 2:3 menghasilkan zona hambat sedang (6-8 mm) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, sementara peningkatan STPP mempercepat waktu gelasi dari 330 menjadi 55 menit. Kesimpulannya, hidrogel kitosan dengan sistem dual crosslinking GA-STPP berpotensi sebagai material plester luka antibakteri dengan keseimbangan optimal antara sifat mekanik, daya serap, dan aktivitas antimikroba untuk aplikasi medis berkelanjutan
Copyrights © 2025