Artikel ini menganalisis proses hilangnya identitas orang Indo dari narasi nasional Indonesia melalui perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci. Dengan menelaah hubungan antara kekuasaan, ingatan kolektif, dan representasi kultural, penelitian ini menyoroti bagaimana negara pascakolonial membentuk “keindonesiaan” melalui mekanisme seleksi sejarah dan politik kebudayaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis terhadap teks sejarah, arsip kolonial, dan representasi media, penelitian ini menemukan bahwa penghapusan orang Indo dari narasi nasional merupakan bagian dari proyek hegemonik negara untuk membangun identitas nasional yang homogen, anti-kolonial, dan berlandaskan dikotomi “pribumi versus penjajah.” Hasilnya menunjukkan bahwa memori kolektif tentang komunitas Indo mengalami marginalisasi sistematis melalui institusi, historiografi, dan budaya populer.
Copyrights © 2025