Latar Belakang:Single piece lead apron merupakan alat pelindung radiasi penting dalam praktik radiologi, namun efektivitasnya dapat menurun akibat usia penggunaan, penyimpanan yang tidak sesuai, dan kerusakan material. Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit XYZ, sebagian besar apron belum diuji kelayakannya selama lebih dari satu tahun.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan 10 single piece lead apron berdasarkan kondisi fisik dan hasil uji radiografi menggunakan fluoroscopy.Metode:Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan pengujian fisik serta fluoroscopy terhadap apron yang dibagi menjadi empat kuadran lalu dibandingkan berdasarkan teori Lambert (2001).Hasil:Dari 10 apron yang diuji, 5 apron dinyatakan tidak layak karena mengalami kebocoran signifikan di area vital, seperti organ reproduksi dan tulang belakang. Beberapa apron menunjukkan retakan dan lipatan pada area non-vital, sementara 5 apron dinyatakan layak pakai tanpa kerusakan signifikan.Kesimpulan: Kerusakan apron 20% berada di Kuadran I, 40% berada di Kuadran II dan III, dan 50% kerusakan apron berada di Kuadran IV.
Copyrights © 2025