Penelitian ini menganalisis pengelolaan BUMDes Bina Warga dalam meningkatkan pendapatan Desa Buntu Pane, Kabupaten Asahan. BUMDes berperan penting dalam mendorong ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat, namun masih menghadapi kendala transparansi, partisipasi, dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perangkat desa dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori menurut Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan (2007) dan Purnomo (2016) yang menyatakan bahwa prinsip pengelolaan BUMDes itu ialah dengan prinsip Kooperatif, Partisipatif, Emansipatif, Transparan, Akuntabel,dan Sustainable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes mengelola dua unit usaha, yaitu layanan internet (Wi-Fi) dan florist (papan bunga). Usaha Wi-Fi tergolong berhasil karena membantu masyarakat dengan harga terjangkau, sedangkan florist tidak berlanjut akibat kurangnya tenaga ahli dan partisipasi warga. Permasalahan utama terletak pada minimnya sosialisasi, keterlibatan masyarakat, dan keterbukaan informasi keuangan. Berdasarkan prinsip pengelolaan BUMDes, aspek partisipatif, emansipatif, dan transparansi masih perlu diperkuat. Diperlukan peningkatan sosialisasi serta pengelolaan yang lebih terbuka agar BUMDes lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan kas desa secara optimal.
Copyrights © 2025