Aplikasi pelacak menstruasi merupakan bagian dari inovasi mobile health (mHealth) yang dirancang untuk memantau siklus haid sekaligus mendukung kesehatan reproduksi perempuan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan aplikasi ini meningkat secara signifikan seiring berkembangnya ekosistem kesehatan digital di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tinjauan literatur ini merangkum manfaat utama, tingkat akurasi, isu privasi, serta relevansi aplikasi pelacak menstruasi dalam konteks digital health global dan nasional. Hasil telaah menunjukkan bahwa aplikasi pelacak menstruasi memiliki fungsi penting dalam membantu pengguna memahami pola siklus haid mereka secara lebih sistematis. Pengguna dapat mencatat tanggal menstruasi, gejala fisik maupun emosional, perubahan mood, hingga tanda-tanda ovulasi. Informasi tersebut tidak hanya mendukung pemantauan mandiri, tetapi juga dapat menjadi referensi saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Selain itu, banyak aplikasi menyediakan fitur edukasi yang mendorong peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, termasuk manajemen nyeri haid, pengetahuan kesuburan, dan tanda gangguan siklus. Namun demikian, akurasi prediksi aplikasi masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Banyak aplikasi mengandalkan algoritma kalender sederhana yang kurang mampu menangkap variasi biologis antar-individu, sehingga prediksi ovulasi maupun periode menstruasi sering kali tidak tepat. Tantangan lain adalah isu privasi, mengingat data reproduksi bersifat sangat sensitif. Beberapa studi menunjukkan bahwa perlindungan data dan kebijakan privasi aplikasi belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan. Dalam konteks Indonesia, pemanfaatan mHealth telah terbukti meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi digital. Meski demikian, optimalisasi penggunaan aplikasi pelacak menstruasi membutuhkan penguatan keamanan data, penyusunan regulasi yang jelas, serta peningkatan literasi digital agar pengguna memperoleh manfaat secara aman, akurat, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025