Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons fisiologis pemain futsal perempuan terhadap aktivitas fisik di lingkungan bersuhu dingin, meliputi perubahan suhu tubuh permukaan, kehilangan cairan, dan status hidrasi. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test post-test diterapkan pada sepuluh atlet futsal perempuan yang berlatih di lapangan indoor saat kondisi panas dengan suhu lingkungan mencapai 29 derajat Celsius. Pengukuran dilakukan menggunakan termometer digital inframerah untuk suhu tubuh, timbangan digital untuk berat badan, dan skala warna urin untuk evaluasi status hidrasi, dengan durasi aktivitas fisik selama sembilan puluh menit pada intensitas sedang hingga tinggi. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perubahan signifikan pada suhu tubuh permukaan dengan penurunan hanya 0,07 derajat Celsius, sementara kehilangan cairan tubuh relatif minimal dengan penurunan berat badan sebesar 0,78 kilogram yang tidak bermakna secara statistik. Status hidrasi sebagian besar atlet tetap terjaga pada kategori baik hingga sedang tanpa indikasi dehidrasi berat. Persepsi subjektif menunjukkan bahwa atlet mampu beradaptasi dengan kondisi dingin meskipun mengalami ketidaknyamanan ringan pada fase awal latihan. Temuan mengindikasikan bahwa mekanisme termoregulasi tubuh bekerja efektif dalam mempertahankan homeostasis selama aktivitas fisik di lingkungan dingin, sehingga risiko hipotermia dan dehidrasi minimal pada atlet yang aktif berlatih.
Copyrights © 2025