Mainan tidak hanya digunakan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, namun juga untuk menstimulasi tumbuh kembang anak. Pemberian mainan pada anak harus sesuai dengan tahap pertumbuhan anak. Digitalisasi yang kuat dan stabil di berbagai lini kehidupan membuat tren belanja masyarakat beralih menjadi online. Oleh sebab itu, upgrade digitalisasi toko juga perlu dilakukan untuk memperluas target konsumen, termasuk di toko mainan Kids Toys. Dalam pengembangan aplikasi dan website toko online, perancangan UI/UX merupakan salah satu tahap penting yang tidak bisa ditinggalkan. Perancangan UI/UX harus dapat menyelesaikan permasalahan toko untuk meningkatkan penjualan. Selain itu, UI/UX harus dapat menjawab kebutuhan orang tua dalam membeli mainan sesuai rentang usia anak. Oleh karena itu, dibangunlah rancangan UI/UX aplikasi dan website toko online toko mainan Kids Toys dengan menggunakan metode design thinking. Pengembangan toko online dilakukan dengan menerapkan lima tahap design thinking yaitu emphatize, define, ideate, prototype, dan testing. Dari tahap emphatize ditemukan kebutuhan pengembangan toko online. Dari tahap define didapatkan problem statement dan solusinya dari pemilik dan konsumen. Sedangkan dari tahap ideate dan prototype didapatkan rancangan UI/UX dari toko mainan online Kids Toys. Selanjutnya dari hasil test didapatkan hasil user experience terhadap sepuluh pengguna dengan nilai 4,325 dari skala 1 – 5. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa dengan menerapkan design thinking dapat menghasilkan prototype tampilan UI/UX yang sangat baik dan dapat menjawab kebutuhan pemilik toko maupun konsumen.
Copyrights © 2025