Pada abad ke-21, arus digitalisasi yang semakin masif, dominasi nilai individualistik, dan meningkatnya polarisasi sosial telah memicu krisis moral yang mengancam fondasi kehidupan sosial dan lembaga pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebagai institusi pendidikan dasar berbasis nilai Islam, menghadapi tantangan dalam memenuhi misi filosofisnya untuk membentuk Generasi Beradab yang berlandaskan Adab, Akhlak Karimah, dan Rabbaniyah. Penelitian ini bertujuan mengkaji landasan filosofis pendidikan Islam di MI sekaligus menelaah kesenjangan antara idealitas konseptual dan praktik pendidikan yang berlangsung di lapangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam, integrasi kurikulum, peran guru, dan pembinaan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa dualisme kurikulum, dominasi pembelajaran kognitif, kurangnya pembinaan filosofis-spiritual guru, serta sistem evaluasi yang lebih menekankan aspek akademik telah menghambat internalisasi nilai moral dalam pendidikan MI. Temuan tersebut menegaskan perlunya model transformatif yang mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Adab, pembaruan filosofis dan profesionalitas guru, serta pembentukan Ekosistem Pendidikan Beradab yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa MI hanya dapat menunaikan mandat ilahinya apabila pendidikan moral dan spiritual menjadi orientasi utama yang dipraktikkan secara konsisten dalam seluruh aspek kurikulum, pedagogi, dan budaya kelembagaannya sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, berintegritas secara moral, dan tercerahkan secara spiritual.
Copyrights © 2025