Latar belakang kajian ini berangkat dari krisis moralitas siswa serta kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dalam kebijakan nasional dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa Indonesia pada abad ke-21. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap karya KHD, kebijakan nasional, dan literatur ilmiah tahun 2014–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai inti KHD keteladanan, pemberdayaan, dan pendampingan yang teroperasionalisasi dalam Trilogi Kepemimpinan, Tri Pusat Pendidikan, Tri Sakti Jiwa, dan konsep merdeka belajar. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki kompatibilitas tinggi dengan kompetensi abad ke-21, khususnya 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication), serta selaras dengan kerangka OECD Learning Compass 2030 dan teori pendidikan karakter global seperti Lickona dan UNESCO. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa kapasitas guru, orientasi akademik kurikulum, dan lemahnya asesmen karakter. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif yang dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis berbasis nilai lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya transformasi pedagogis, penguatan ekosistem pendidikan, dan penyediaan instrumen asesmen autentik untuk mewujudkan pendidikan karakter yang komprehensif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025