Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembinaan kemandirian narapidana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya dengan menggunakan Responsive Evaluation Model yang dikembangkan oleh Robert Stake. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan melibatkan 12 narasumber, terdiri dari 3 petugas dan 9 narapidana peserta program. Evaluasi dilakukan berdasarkan tiga dimensi utama yaitu antecedent (kesiapan program), transaction (pelaksanaan program), dan outcome (hasil atau dampak program). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan kemandirian seperti barista, perikanan, menjahit, barbershop, handycraft, dan hidroponik memiliki potensi besar dalam membentuk keterampilan dan kesiapan reintegrasi sosial narapidana. Namun, masih ditemukan hambatan seperti keterbatasan anggaran, fasilitas, serta overkapasitas penghuni yang menghambat efektivitas pelaksanaan program. Evaluasi ini memberikan gambaran menyeluruh terhadap keberhasilan dan kelemahan program serta memberikan rekomendasi perbaikan bagi pengembangan pembinaan ke depan.
Copyrights © 2025