Praktik collaborative governance yakni kerja sama antara lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan pihak swasta terbukti mendukung penyelenggaraan pembinaan kemandirian di lapas. Akan tetapi, penelitian terdahulu menemukan motivasi narapidana mengikuti pembinaan kemandirian masih rendah meskipun berbagai upaya pemasaran internal telah dilakukan oleh petugas pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor yang memengaruhi motivasi narapidana dalam mengikuti pembinaan kemandirian serta penerapan pemasaran internal sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi tersebut. Melalui analisis literatur nasional dan internasional periode 2022-2025, motivasi narapidana dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Praktik pemasaran internal tidak hanya pada tingkat operasional, tetapi perlu penyusunan strategi yang terarah. Pendekatan pemasaran internal berpotensi memelihara motivasi narapidana untuk terlibat dalam pembinaan kemandirian sekaligus membangun citra positif lapas sebagai lembaga rehabilitatif. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi upaya pengembangan strategi pemasaran internal untuk pembinaan kemandirian.
Copyrights © 2025