Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diukur melalui PDRB di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2015–2024. Latar belakang penelitian didasari oleh penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mendorong pemerintah provinsi untuk meningkatkan kapasitas fiskal melalui PAD serta menjaga stabilitas inflasi sebagai bagian dari upaya mempertahankan pembangunan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Data sekunder diperoleh dari BPS dan Kementerian Keuangan. Sebelum analisis regresi dilakukan, data diuji dengan uji asumsi klasik dan hasilnya menunjukkan bahwa seluruh data memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Model regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,614, yang berarti 61,4% variasi pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh PAD dan inflasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, dengan nilai t sebesar 3,164 dan signifikansi 0,016. Temuan ini sejalan dengan sejumlah penelitian sebelumnya yang membuktikan bahwa PAD merupakan sumber fiskal penting yang memungkinkan daerah mendanai pembangunan dan meningkatkan kapasitas ekonomi. Sementara itu, variabel inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, ditunjukkan oleh nilai t sebesar –1,015 dengan signifikansi 0,344. Secara simultan, PAD dan inflasi terbukti signifikan memengaruhi pertumbuhan ekonomi berdasarkan uji F dengan nilai signifikansi 0,036. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan PAD sebagai strategi kemandirian fiskal daerah, sekaligus mempertahankan stabilitas inflasi untuk mendukung pembangunan ekonomi di Provinsi NTB.
Copyrights © 2025