Beban kerja guru yang tinggi sering kali menjadi pemicu stres dan kelelahan emosional, yang berimplikasi pada penurunan motivasi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika beban mengajar terhadap kesejahteraan psikologis guru sekolah menengah kejuruan di Kecamatan Tegallalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi terhadap enam puluh guru SMK Negeri 1 Tegallalang di Kecamatan Tegallalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban mengajar yang melebihi standar ideal (lebih dari 24 jam tatap muka per minggu) berdampak pada menurunnya kesejahteraan psikologis guru, ditandai dengan munculnya gejala kelelahan, stres kerja, dan berkurangnya kepuasan hidup. Faktor utama penyebabnya adalah tuntutan administratif, kurangnya dukungan sosial, dan keterbatasan waktu untuk refleksi diri. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan manajemen beban kerja guru yang lebih proporsional dan pendekatan kesejahteraan berbasis psikologis di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2025