Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Azyumardi Azra dan implementasinya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam perspektif filsafat pendidikan. Azra merupakan tokoh reformis pendidikan Islam yang menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta mengusung paradigma integratif, moderat, dan progresif. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dengan metode studi pustaka terhadap berbagai karya akademik beliau. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Azra berakar pada prinsip tauhid sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan Islam. Secara ontologis, ia memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai dua dimensi realitas yang saling melengkapi. Secara epistemologis, Azra mengedepankan pendekatan integratif yang menggabungkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Secara aksiologis, pendidikan Islam diarahkan pada pembentukan insan kamil yang berakhlak, toleran, dan berdaya sosial. Implementasi gagasannya tampak nyata dalam transformasi IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menandai modernisasi lembaga pendidikan Islam dan penguatan paradigma interdisipliner. Dalam filsafat pendidikan, pemikiran Azra menunjukkan keterkaitan dengan aliran progresivisme, rekonstruktivisme, humanistik, dan idealisme yang menekankan pembaruan adaptif, transformasi sosial, dan penguatan nilai moral. Pemikirannya memberikan kontribusi besar terhadap modernisasi pendidikan Islam di Indonesia melalui integrasi ilmu, moderasi beragama, dan orientasi pada kemaslahatan umat.
Copyrights © 2025