Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menyoroti Konsep Pendidikan Nilai dalam Perfektif Filsafat Jhon Dewey dan Al-Ghazali Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan serta mendeskripsikan bagaimana konsep dasar pendidikan nilai dalam sudut pandang filsafat melalui pemikiran-pemikiran tokoh filsaftat yang dikenal. Dalam dewasa ini banyak sekali umat islam yang salah kaprah dalam memahami pengertian pendidikan nilai dan filsafat, serta tumbuhnya aliran-aliran atau pemahaman mengenai agama islam yang terlalu keras dalam gerakan dan dewasa ini banyak terjadi kemrosotan moral dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai pendidikan nilai. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan kajian literatur yang berasal dari berbagai ulama dan tokoh yang kompeten dibidangnya. Literatur tersebut dikaji dan diteliti lebih lanjut secara teliti dan menyeluruh oleh penelit sehingga menghasilkan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian ini adalah dapat dipahami secara detail dan menyeluruh mengenai konsep pendidikan nilai dalam perfektif filsafat melalui pemikiran-pemikiran para ulama serta para tokoh cendekiawan seperti Jhon Dewey dan Al-Ghazali.
Konsep Kurikulum Pendidikan dalam Pandangan Ibnu Sina dan James B. Macdonald Luthfi, Sohif Maftahal; Nursikin, Mukh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merupakan komponen vital dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai panduan dalam proses belajar-mengajar. Artikel ini membahas konsep kurikulum pendidikan dari perspektif dua tokoh berpengaruh, yaitu Ibnu Sina dan James B. MacDonald. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji pandangan kedua tokoh mengenai struktur dan tujuan kurikulum, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Ibnu Sina, meskipun tidak menggunakan istilah kurikulum, mengembangkan konsep manahij yang menekankan pentingnya pengaturan mata pelajaran berdasarkan usia dan perkembangan peserta didik. Sementara itu, James B. MacDonald menekankan bahwa kurikulum harus mencakup lebih dari sekadar bidang studi, melainkan juga harus memperhatikan nilai-nilai yang membentuk karakter peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa kurikulum harus bersifat dinamis dan responsif terhadap perubahan sosial, serta berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan relevan di era modern.
Bayang-bayang Pemikiran Azyumardi Azra di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Analisis Perspektif Filsafat Pendidikan: Penelitian Luthfi, Sohif Maftahal; Sa'adi , Sa'adi; Nugroho, Muhammad Aji
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran pendidikan Islam Azyumardi Azra dan implementasinya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam perspektif filsafat pendidikan. Azra merupakan tokoh reformis pendidikan Islam yang menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta mengusung paradigma integratif, moderat, dan progresif. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dengan metode studi pustaka terhadap berbagai karya akademik beliau. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Azra berakar pada prinsip tauhid sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis pendidikan Islam. Secara ontologis, ia memandang ilmu agama dan ilmu umum sebagai dua dimensi realitas yang saling melengkapi. Secara epistemologis, Azra mengedepankan pendekatan integratif yang menggabungkan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Secara aksiologis, pendidikan Islam diarahkan pada pembentukan insan kamil yang berakhlak, toleran, dan berdaya sosial. Implementasi gagasannya tampak nyata dalam transformasi IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menandai modernisasi lembaga pendidikan Islam dan penguatan paradigma interdisipliner. Dalam filsafat pendidikan, pemikiran Azra menunjukkan keterkaitan dengan aliran progresivisme, rekonstruktivisme, humanistik, dan idealisme yang menekankan pembaruan adaptif, transformasi sosial, dan penguatan nilai moral. Pemikirannya memberikan kontribusi besar terhadap modernisasi pendidikan Islam di Indonesia melalui integrasi ilmu, moderasi beragama, dan orientasi pada kemaslahatan umat.