Penelitian ini melihat permasalahan bahwa pendidik masih kesulitan dalam melakukan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sementara setiap lembaga diwajibkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat karena adanya upaya dari pemerintah. Sehingga puskesmas dan kementrian kesehatan selalu mengkontrol dalam melakukan kegiatan. Culturally Responsive Teaching (CRT) merupakan pendekatan teoritis yang bertujuan membantu siswa menerima dan memperkuat identitas budayanya, serta meningkatkan prestasi belajar. Sementara dalam Pendidikan harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini namun pada saat observasi peneliti melihat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat belum optimal yaitu adanya anak jajan sembarangan atau jajan di luar lingkungan sekolah, anak tidak mencuci tangan sebelum makan, anak tidak menyiran toilet setelah digunakan dan lain sebagainya. Berdasakan dari temuan tesebut peneliti tertarik melakukan penelitian Pengaruh Implementasi Metode Culturally Responsive Teaching (CRT) Dalam Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Taman Kanak-Kanak Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian dilihat dari Metode Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terdiri dari 4 indikator yaitu 1) Menjaga budaya kebersihan diri, 2) Membiasakan budaya makan makanan yang bergizi, 3) Membudayakan menggunaan jamban sehat, dan 4) Budaya olahraga dengan teratur.
Copyrights © 2025