Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial-emosional siswa kelas III SDN Sungai Miai 4 di era digital serta strategi pengembangan kecerdasan sosial emosional (KSE) mereka. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara dan observasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki KSE yang baik yang tercermin dari empati, kemampuan mengelola emosi, dan kerja sama. Interaksi sosial langsung melalui permainan fisik dan tradisional lebih disukai daripada gawai, didorong oleh keterbatasan akses teknologi. Peran guru melalui strategi kelompok acak dan pendekatan reflektif terbukti krusial. Simpulannya, interaksi sosial langsung dan praktik pedagogi yang sadar KSE merupakan fondasi efektif bagi pengembangan kompetensi sosial-emosional anak dalam konteks paparan digital yang terbatas.
Copyrights © 2025