Keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk perkembangan emosional, sosial, dan motivasi belajar anak. Namun, ketika struktur keluarga terganggu akibat perceraian, anak sering menghadapi kondisi Broken Home yang memengaruhi kestabilan psikologis dan semangat belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dukungan lingkungan sosial terhadap motivasi belajar seorang anak Broken Home berinisial S. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam bersama S, ibu, kakek, dan teman sebaya sebagai informan utama. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pengalaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S mengalami kekosongan emosional, kurangnya perhatian orang tua, lemahnya pengawasan, serta minimnya dukungan dari lingkungan sosial, yang bersama-sama menjadi faktor penurunan motivasi belajarnya. Temuan ini sejalan dengan teori ekologi Bronfenbrenner, teori kebutuhan Maslow, serta prinsip pendidikan Islam yang menegaskan pentingnya kasih sayang dan bimbingan dalam perkembangan anak. Penelitian ini menekankan bahwa dukungan sosial yang memadai dari keluarga besar, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu anak Broken Home kembali membangun motivasi belajar dan kesejahteraan psikologisnya.
Copyrights © 2025