Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Moulding Discipline Character In Daily Activities Of Students At An Nur Islamic Boarding School Ngrukem Bantul Rizky Ayu Ningsih; Zulkipli Lessy
International Journal of Sociology of Religion Vol. 1 No. 2 (2023): International Journal of Sociology of Religion
Publisher : ASTEEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70687/ijsr.v1i1.17

Abstract

This research is motivated by the existence of students who are not disciplined, so they need to get used to a disciplined attitude, with the aim of forming students' character. The aim of this research is to describe efforts to accustom students to be disciplined in their daily activities at the Annur Islamic boarding school. This research uses a qualitative approach and the technique used is a case study. The data collection techniques used were interviews, observation, and relevant documentation. The technique for soliciting informants is the purposive sampling. Next, data analysis was carried out with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and verification. The data validity technique is triangulation. The results of the research show that the importance of habituating students' disciplined attitudes is so that students are comfortable in conducting their activities and are accustomed to and equipped with after graduating the boarding school. The habit of discipline is realized by having a regular schedule of activities every day. Daily activities include congregational prayers, dhikr after prayer, recitation, schools including Senior High School and Madrasah Diniyyah, daily complex pickets, dziba'an every Friday night, and mutual cooperation every Friday. The activity schedule is closely related to applicable regulations, where there is a management structure that monitors students in their daily activities so that those who violate them will receive sanctions.
Peran Dukungan Lingkungan Sosial Terhadap Anak Broken Home Yang Mengalami Penurunan Semangat Belajar Di Sekolah Liliyana Yolanda; Rizky Ayu Ningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga memiliki peran fundamental dalam membentuk perkembangan emosional, sosial, dan motivasi belajar anak. Namun, ketika struktur keluarga terganggu akibat perceraian, anak sering menghadapi kondisi Broken Home yang memengaruhi kestabilan psikologis dan semangat belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dukungan lingkungan sosial terhadap motivasi belajar seorang anak Broken Home berinisial S. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam bersama S, ibu, kakek, dan teman sebaya sebagai informan utama. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola pengalaman yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa S mengalami kekosongan emosional, kurangnya perhatian orang tua, lemahnya pengawasan, serta minimnya dukungan dari lingkungan sosial, yang bersama-sama menjadi faktor penurunan motivasi belajarnya. Temuan ini sejalan dengan teori ekologi Bronfenbrenner, teori kebutuhan Maslow, serta prinsip pendidikan Islam yang menegaskan pentingnya kasih sayang dan bimbingan dalam perkembangan anak. Penelitian ini menekankan bahwa dukungan sosial yang memadai dari keluarga besar, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membantu anak Broken Home kembali membangun motivasi belajar dan kesejahteraan psikologisnya.
Dampak Tekanan Psikologis, Emosional Dan Sosial Bagi Anak Broken Home Rizky Ayu Ningsih; Afifah Ramadhanisa; Aliffaa Hani; Febri Afriyanti; Nur Mazwin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.2982

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak negatif dari gejala tekanan bagi anak yang berasal dari keluarga broken home. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan psikologis, emosional dan sosial berserta dampaknya bagi anak dengan kondisi keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan gejala yang muncul akibat tekanan psikologis, yakni berupa kecemasan, menurunnya tingkat kepercayaan diri dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Sedangkan, timbulnya tekanan emosional mendorong anak menjadi mudah marah, sedih, dan menarik diri serta perilaku agresif. Sementara, tekanan sosial yang muncul baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat, berupa stigma sosial sehingga anak merasa malu atau rendah diri. Penanganan terpadu antara orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar diperlukan agar anak tetap mampu berkembang secara sehat meskipun berasal dari keluarga broken home.