Ekaristi memiliki peran sentral dalam iman Katolik sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja, namun sering direduksi hanya sebagai kewajiban ritual, bukan perjumpaan yang mengubah dengan Kristus yang bangkit. Artikel ini merefleksikan secara teologis makna kehadiran Kristus dalam Ekaristi dan implikasinya bagi spiritualitas perjumpaan. Dengan metode kualitatif melalui kajian pustaka, penelitian ini mengkaji dasar biblis dan doktrinal tentang kehadiran nyata Kristus dalam Sabda, roti dan anggur yang dikonsekrasikan, pribadi imam, serta persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekaristi, bila dirayakan secara sadar dan aktif, bukan hanya kewajiban liturgis, melainkan ruang perjumpaan pribadi dan komunal dengan Kristus yang mengubah hidup umat. Namun, distraksi digital dan kurangnya kesadaran liturgis menjadi tantangan besar, terutama bagi kaum muda. Karena itu, Ekaristi perlu dihayati kembali sebagai perjumpaan hidup yang menumbuhkan syukur, partisipasi aktif, dan transformasi pribadi, sehingga umat mampu mewujudkan kasih, pelayanan, dan kesaksian iman dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025