Artikel ini membahas transformasi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebelum dan sesudah penerapan pendekatan deep learning, baik sebagai strategi pedagogis maupun teknologi kecerdasan buatan. Kajian ini memanfaatkan analisis bibliometrik dan literatur terkini untuk memahami perubahan perilaku belajar siswa, metode pengajaran, evaluasi kompetensi, serta relevansi pembelajaran vokasi terhadap kebutuhan industri modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebelum penerapan deep learning, pembelajaran SMK masih didominasi pola surface learning, hafalan, dan kegiatan praktik yang minim refleksi. Setelah penerapan deep learning, terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, keterlibatan aktif, analisis data, literasi teknologi, serta kesiapan kerja. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran mendalam sebagai strategi untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri digital.
Copyrights © 2025