MRI sering digunakan untuk memeriksa berbagai kondisi patologis termasuk yang terjadi pada sendi lutut (knee joint). Salah satu patologi yang umum ditemukan pada sendi lutut adalah Baker’s Cyst atau kista poplitea, yang merupakan akumulasi cairan sinovial di area fossa poplitea. Adapun tambahan sequence yang digunakan dalam pemerksaan ini yaitu Diffusion Weighted Imaging (DWI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan Diffusion Weighted Imaging (DWI) pada pemeriksaan Magnetic Resonance imaging (MRI) pada kasus Baker’s Cyst . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dengan desain penelitian Studi Kasus. Subjek penelitian ini yaitu 1 pemeriksaan MRI knee joint pada kasus Baker’s Cyst . Responden penelitian ini yaitu 2 orang radiografer dan 1 radiolog. Data dianalisis menggunakan model interaktif, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari 1 sampel yang berdasarkan dari hasil wawancara menunjukkan bahwa pemeriksaan MRI knee joint dengan sequence Diffusion Weighted Imaging (DWI) peranan penting dalam ketepatan diagnosis dan lebih bagus dalam menggambarkan kelainan pada organ atau klinis tersebut, DWI cukup membantu terutama dalam menilai karakteristik cairan. Misalnya, cairan dalam kista bisa berupa cairan serosa, lemak, atau darah, yang memiliki tingkat kekentalan berbeda.
Copyrights © 2025