Penelitian ini mengkaji efektivitas program rehabilitasi narapidana dalam sistem pemasyarakatan Indonesia melalui tinjauan literatur sistematis. Tingginya tingkat residivisme di Indonesia menekankan perlunya program rehabilitasi yang efektif untuk mendukung reintegrasi sosial narapidana. Studi ini meninjau penelitian sebelumnya tentang berbagai jenis program rehabilitasi, termasuk pelatihan keterampilan, konseling psikologis, dan program pendidikan. Penelitian ini menyoroti peran penting faktor internal, seperti motivasi dan kesehatan mental narapidana, serta faktor eksternal, seperti kondisi overcrowding di lapas dan dukungan pasca-bebas, dalam menentukan keberhasilan program-program tersebut. Temuan menunjukkan bahwa meskipun program pelatihan keterampilan dan pendidikan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, intervensi psikologis, khususnya terapi perilaku kognitif (CBT), memiliki dampak yang lebih kuat dalam mengurangi perilaku kriminal. Namun, efektivitas program-program ini sering kali terhambat oleh tantangan struktural seperti keterbatasan sumber daya dan kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program rehabilitasi yang komprehensif, disertai dengan dukungan pasca-bebas yang memadai, sangat penting untuk mengurangi tingkat residivisme dan meningkatkan reintegrasi sosial narapidana di Indonesia.
Copyrights © 2025