Dualisme dalam sistem pendidikan Islam dan Barat menghadirkan tantangan signifikan bagi pendidikan Islam modern. Ismail Raji Al-Faruqi menawarkan kurikulum integratif yang berlandaskan konsep tauhid untuk menyelaraskan dimensi spiritual dan intelektual pengetahuan. Studi ini mengidentifikasi beberapa isu akademik, seperti sumber daya pendidikan yang usang dan sekularisasi ilmu pengetahuan. Keorisinalannya terletak pada eksplorasi kerangka Al-Faruqi yang mengintegrasikan paradigma ilmu Islam dan Barat. Dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis tentang tauhid, yakni kesatuan Tuhan, ciptaan, kebenaran, kehidupan, dan kemanusiaan, islamisasi ilmu pendidikan dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis tauhid mampu mengembangkan potensi manusia secara holistik, menjawab tantangan kontemporer, dan tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Implikasi dari gagasan ini membuka peluang untuk pengembangan metodologi integrasi lebih lanjut serta penerapan dalam konteks pendidikan global​.
Copyrights © 2024