cover
Contact Name
Hesti Fitriana
Contact Email
midadunajournal@gmail.com
Phone
+6281391626393
Journal Mail Official
midadunajournal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Trajaya, Palasah, Kabupaten Majalengka, West Java, Indonesia, 45475
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Midaduna: Journal of Islamic Studies
Published by Edupedia Publisher
ISSN : -     EISSN : 30902606     DOI : -
MIDADUNA Journal of Islamic Studies is a periodical scientific journal published by Edupedia Publisher. This journal specializes in Islamic studies. FOCUS MIDADUNA Journal of Islamic Studies focuses on providing readers with a clear understanding of Islamic studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies. SCOPE MIDADUNA Journal of Islamic Studies covers studies from various perspectives including Islamic Philosophy, Islamic Thought and Literature, Islam and Peace, Science and Civilization in Islam, Islam in Local Area, Muslim Community, Islamic Education, Islamic Law, Islamic Economics and Business, Quran and Hadith Studies.
Articles 15 Documents
Memahami Kompleksitas Hubungan Agama dan Budaya: Sebuah Kajian Kritis terhadap Pendekatan Kontemporer Umam, Nasrul; Khotimah, Musriyatun; Arya Ivan Fuadi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2024): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji ulang pemikiran Mark Hulsether dalam “New Approaches to the Study of Religion and Culture” dengan fokus pada kompleksitas hubungan antara agama dan budaya dalam konteks studi kontemporer. Melalui analisis kritis terhadap berbagai pendekatan teoritis, artikel ini mengeksplorasi keterbatasan paradigma tradisional dalam memahami interaksi antara agama dan budaya. Pembahasan mencakup kritik terhadap pendekatan reduktif dalam studi budaya, pentingnya mempertimbangkan dimensi historis-sosial, serta urgensi pengembangan kerangka analitis yang lebih komprehensif. Metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan paradigma baru yang mengintegrasikan berbagai perspektif dalam memahami dinamika agama dan budaya.
Analisis Ruang Lingkup Studi Al Qur’an Cabang Kajian Keterkaitan dengan Ilmu Tafsir Totussangadah, Robit; Ahmad Kafi Hamdi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2024): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to find out the scope, branches of study, and the relationship between Qur'anic Studies and the science of Tafsir. This research is a type of library research with content analysis. The results of this study show: 1) The scope of Qur'anic studies includes aspects of linguistics, history, and Islamic law; 2) Branches of study include Qur'anic sciences such as Science of al-Qira'at, Science of al-Tafsir, and Science of al-Hadith; 3) The relationship between Ulum al-Qur'an and the science of Tafsir includes contextual understanding, hermeneutics, and tafsir methodology.
Kodifikasi Al-Qur’an (Rasm Al-Qur’an dan Tujuh Qiraat Al-Qur’an) Sholihatunnajah; Nisa Oktriana; Muhammad Abdul Hasyim
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2024): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to find out about the writing patterns and ways of reading the holy Qur'an. This research is a type of library research by analyzing some data that is used as a reference or reference material for the information outlined in this article. The results of this study show, 1) Codification of the Qur'an; 2) Rasm of the Qur'an; 3) Seven Qiraat of the Qur'an.
Tauhid, Islamisasi Ilmu Pengetahuan, dan Kurikulum Perspektif Ismail Raji Al-Faruqi Isna Sofia; Hani Nur Naeni; Hasna Alfi Salsabila
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2024): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dualisme dalam sistem pendidikan Islam dan Barat menghadirkan tantangan signifikan bagi pendidikan Islam modern. Ismail Raji Al-Faruqi menawarkan kurikulum integratif yang berlandaskan konsep tauhid untuk menyelaraskan dimensi spiritual dan intelektual pengetahuan. Studi ini mengidentifikasi beberapa isu akademik, seperti sumber daya pendidikan yang usang dan sekularisasi ilmu pengetahuan. Keorisinalannya terletak pada eksplorasi kerangka Al-Faruqi yang mengintegrasikan paradigma ilmu Islam dan Barat. Dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis tentang tauhid, yakni kesatuan Tuhan, ciptaan, kebenaran, kehidupan, dan kemanusiaan, islamisasi ilmu pendidikan dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis tauhid mampu mengembangkan potensi manusia secara holistik, menjawab tantangan kontemporer, dan tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Implikasi dari gagasan ini membuka peluang untuk pengembangan metodologi integrasi lebih lanjut serta penerapan dalam konteks pendidikan global​.
Pembaharuan Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Fazlur Rahman Vivi Faradila Putri; Solihatunnajah; Mardiatul Muna
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 01 (2024): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fazlur Rahman adalah seorang ulama ternama, tentang pembaharuan pendidikan Islam. Ini menyoroti pendekatan neo-modernis yang bertujuan untuk mensintesis pemikiran tradisional dan modern. Rahman berpendapat bahwa sistem pendidikan Islam tradisional bersifat statis dan perlu diperbarui untuk memenuhi tantangan dunia modern. Dia menganjurkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, menggabungkan pengetahuan agama dan sekuler. Makalah ini mengkaji kritik Rahman terhadap pendidikan tradisional, visinya terhadap pembaruan pendidikan Islam, dan relevansi pemikirannya dengan masyarakat Muslim kontemporer. Hal ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pengetahuan dan keterampilan modern, menumbuhkan pemikiran kritis, dan mengembangkan pemahaman kritis terhadap tradisi Islam. Artikel ini juga membahas pentingnya dialog antaragama dan perlunya cendekiawan Muslim untuk terlibat dengan dunia intelektual yang lebih luas​.
ANALISIS MAKNA GENDER DALAM Q.S. AN-NISA' AYAT 7 DAN 11: PERSPEKTIF HAK DAN KEWAJIBAN Aslinda, Aslinda
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna gender dalam teks Al-Qur'an, dengan fokus pada pengaturan hak dan kewajiban sebagaimana tercermin dalam QS. An-Nisa' ayat 7 dan 11. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi berbasis tafsir tematik, dengan pendekatan kontekstual dan maqashid al-syari'ah sebagai kerangka interpretasi. Kajian terhadap QS. An-Nisa' ayat 7 menunjukkan bahwa Al-Qur'an memberikan pengakuan eksplisit terhadap hak perempuan atas warisan, suatu revolusi sosial dibandingkan dengan budaya pra-Islam yang mendiskriminasi perempuan. Sementara itu, QS. An-Nisa' ayat 11 mengatur proporsi pembagian warisan berdasarkan tanggung jawab sosial yang diemban laki-laki, bukan berdasarkan superioritas gender. Hasil analisis mengungkapkan bahwa perbedaan dalam pembagian waris mencerminkan keadilan proporsional, di mana hak dan kewajiban diseimbangkan secara rasional. Artikel ini menegaskan bahwa prinsip keadilan substantif merupakan inti ajaran Islam dalam relasi gender. Dengan demikian, pendekatan kontekstual dan etis diperlukan untuk memahami ayat-ayat warisan agar tetap relevan dalam masyarakat modern. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman terhadap prinsip keadilan sosial dalam Islam serta memberikan landasan bagi reinterpretasi hukum waris dengan perspektif keadilan gender.
KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR'AN: STUDI ATAS HAK DAN KEWAJIBAN Pani Dias, Hendri
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam Islam sering kali menjadi perhatian serius dalam studi-studi keagamaan dan sosial. Dalam konteks al-Qur'an, pembahasan mengenai hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan mendapat tempat yang penting. Surah an-Nisa ayat 7 dan ayat 11 menjadi titik tolak untuk memahami bagaimana Islam mengatur hak-hak gender secara adil dan proporsional, terutama dalam pembagian harta warisan. Kajian ini mencoba mengeksplorasi sejauh mana al-Qur'an memberikan pengakuan terhadap hak-hak perempuan setara dengan laki-laki dalam aspek tertentu. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu'i). Penulis mengkaji teks al-Qur'an secara langsung, didukung dengan tafsir para ulama klasik dan kontemporer seperti Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah, dan pendapat cendekiawan muslim modern. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis untuk memahami makna mendalam dari ayat-ayat yang berkaitan dengan hak waris laki-laki dan perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Qur'an mengakui hak perempuan atas harta warisan yang sebelumnya diabaikan dalam tradisi Arab pra-Islam. Surah an-Nisa ayat 7 secara eksplisit menyatakan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki bagian yang telah ditentukan dari peninggalan keluarga mereka. Walaupun secara proporsi bagian warisan antara laki-laki dan perempuan bisa berbeda, prinsip keadilan tetap menjadi landasan utamanya. Hal ini membuktikan bahwa al-Qur'an membawa reformasi sosial yang signifikan terhadap sistem patriarki yang berlaku saat itu. Kesimpulannya, kesetaraan gender dalam al-Qur'an harus dipahami dalam kerangka keadilan, bukan sekadar persamaan matematis. Al-Qur'an tidak menghapus perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, namun menegaskan bahwa keduanya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama bernilai di hadapan Allah. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman yang lebih adil dan moderat tentang relasi gender dalam Islam.
EPISTEMOLOGI ISLAM: INTEGRASI BAYANI, BURHANI, IRFANI, DAN TAJRIBI DALAM MENJAWAB TANTANGAN PERADABAN MODERN Nasrul Umam; Ika Zafira ‘Ulfiana; Arya Ivan Fuadi
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas epistemologi Islam sebagai pendekatan integratif dalam memahami kebenaran melalui empat model utama: bayani, burhani, irfani, dan tajribi. Latar belakang studi ini adalah kebutuhan akan paradigma pengetahuan yang mampu menjembatani dikotomi antara sains dan spiritualitas di tengah krisis epistemologis modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan integratif melalui studi literatur dan analisis komparatif atas pemikiran Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan Fazlur Rahman. Hasilnya menunjukkan bahwa epistemologi Islam menawarkan sintesis pengetahuan yang aplikatif dalam konteks sosial, teknologi, dan pendidikan. Temuan ini menegaskan relevansi epistemologi Islam dalam merespons disrupsi nilai dan fragmentasi ilmu pengetahuan, serta memberikan dasar filosofis dan metodologis untuk pengembangan ilmu berbasis etika spiritual. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan epistemologi Islam kontemporer dengan menawarkan kerangka teoritis untuk rekonstruksi peradaban berbasis integrasi wahyu, akal, intuisi, dan pengalaman.
MEMBANGUN PENDIDIKAN INKLUSIF: ANALISIS ISU-ISU MULTIKULTURAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA Aslinda, Aslinda; Amrizon
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural education has become a crucial discourse in addressing the challenges of ethnic, religious, cultural, and linguistic diversity in Indonesia. Although various efforts have been made to integrate multicultural principles into curricula and educational practices, several issues still hinder the creation of inclusive and equitable education. This article aims to analyze key issues in multicultural education, including discrimination, curriculum bias, unequal access, and the lack of teacher training in managing diversity. This study employs a descriptive qualitative method with literature review and policy document analysis as its main approach. The analysis reveals that although national policies support multicultural values, implementation at the grassroots level still shows significant gaps, particularly in peripheral schools and conflict-prone areas. Educational reform and competency-based multicultural teacher training are urgently needed to create a learning environment that respects diversity. This article is expected to contribute to academic discourse in promoting the development of just and equitable education amid Indonesia's diverse society.
Burhani sebagai Metodologi Ilmiah Berbasis Rasionalitas Non-Empiris dalam Merespon Pandangan Empirisme Guru Gembul Fuadah, Makkis; Achmad Khudori Soleh; Lukman Hakim Rohim
Midaduna: Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas epistemologi Burhani sebagai metodologi ilmiah dalam tradisi pemikiran Islam berbasis rasionalitas non-empiris, serta mengkritisi pandangan Guru Gembul yang menganggap keilmiahan harus didasarkan pada bukti empiris dan panca indera. Tema ini penting karena menyoroti perbedaan mendasar dalam memperoleh pengetahuan ilmiah, khususnya dalam konteks filsafat ilmu dan metodologi penelitian Islam kontemporer. Tujuan penulisan artikel ini adalah menguraikan prinsip-prinsip epistemologi Burhani dan menggunakan kerangka tersebut untuk menganalisis dan mengkritisi argumen empirisme indrawi yang dikemukakan Guru Gembul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis interpretatif terhadap karya-karya yang membahas epistemologi Burhani serta penyataan Guru Gembul dalam diskusi publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa epistemologi Burhani menempatkan akal dan logika deduktif sebagai sumber pengetahuan melebihi sekedar batas empiris sehingga mampu memperluas pemahaman ilmiah dengan basis rasionalitas kritis. Argumen Guru Gembul yang menitikberatkan pada bukti inderawi cenderung membatasi cakupan pengetahuan pada ranah yang dapat diuji secara empiris sedangkan epistemologi Burhani menawarkan kerangka yang lebih rasional filosofis yang memungkinkan pengembangan pengetahuan di luar batas pengalaman inderawi. Kontribusi artikel ini memberikan alternatif dalam metodologi ilmiah yang mengintegrasikan rasionalitas dan argumentasi filosofis secara mendalam, khususnya bagi kajian ilmu keislaman kontemporer.

Page 1 of 2 | Total Record : 15