Simpang tak bersinyal merupakan area pertemuan beberapa ruas jalan yang tidak dilengkapi dengan perangkat pengatur lalu lintas, sehingga pergerakan kendaraan diatur berdasarkan urutan prioritas serta kemampuan pengemudi dalam memanfaatkan celah (gap acceptance). Salah satu simpang tak bersinyal di Kota Pontianak adalah Simpang Jalan Parit Haji Husin II – Jalan Padat Karya yang berada di kawasan dengan tingkat aktivitas tinggi seperti permukiman, pertokoan, dan fasilitas pendidikan. Kondisi tersebut menyebabkan volume lalu lintas yang cukup tinggi dan sering menimbulkan antrian serta peningkatan tundaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja simpang pada kondisi eksisting dan proyeksi lima tahun mendatang dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan simulasi PTV Vissim Student Version 2025. Hasil analisis eksisting menunjukkan derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,93 dan tundaan rata-rata 16,40 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan (LOS) C, sedangkan hasil simulasi menghasilkan tundaan sebesar 31,76 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan (LOS) D dan panjang antrian mencapai 42,79 meter. Pada proyeksi lima tahun nilai derajat kejenuhan (DJ) meningkat menjadi 1,23 dengan tundaan 48,60 detik/kendaraan berada pada tingkat pelayanan (LOS) E, sedangkan hasil simulasi menghasilkan tundaan 38,12 detik/kendaraan dengan tingkat pelayanan (LOS) E dan panjang antrian 53,18 meter. Dari hasil berbagai penanganan, pelebaran jalan mayor serta kombinasi pelebaran pendekat minor dan mayor direkomendasikan sebagai solusi paling efektif untuk meningkatkan kinerja simpang. Kata Kunci: PKJI 2023, PTV VISSIM, Simpang
Copyrights © 2025