Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, strategi, dan fungsi inovatif tindak tutur direktif dalam interaksi kelas serta dampaknya terhadap partisipasi mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasari oleh minimnya kajian yang menghubungkan variasi tindak tutur dengan kualitas partisipasi mahasiswa, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana pragmatik terhadap 12 jam rekaman perkuliahan (8 pertemuan) yang ditranskrip secara verbatim. Data dilengkapi dengan observasi dan wawancara semi-struktural. Hasil analisis menunjukkan terdapat 523 tindak tutur direktif dengan distribusi dominan imperatif langsung (21,4%) dan pertanyaan display (18,5%), sementara bentuk inovatif seperti pemberian opsi (7,8%) dan reflektif/metakognitif (4,8%) meski jarang digunakan, terbukti memicu partisipasi elaboratif mahasiswa hingga 70%. Strategi kesantunan yang paling sering digunakan adalah modalitas (25,6%) dan sapaan inklusif (18,5%) yang berperan dalam menciptakan iklim interaksi harmonis. Temuan ini menegaskan bahwa direktif inovatif bukan sekadar alat kontrol, melainkan pengungkit kolaborasi dan berpikir kritis. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis pada pengembangan kajian pragmatik pendidikan serta secara praktis menawarkan strategi linguistik bagi dosen untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa di kelas.
Copyrights © 2025