Kajian morfologi berfokus pada struktur internal kata dan proses pembentukannya, termasuk reduplikasi sebagai salah satu proses morfemis yang produktif dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi reduplikasi yang muncul dalam animasi Tekotok, sebuah konten hiburan digital yang dikenal memiliki dialog sederhana, repetitif, dan mudah diakses oleh berbagai kelompok usia. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan-tuturan yang mengandung bentuk ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reduplikasi dalam animasi Tekotok tidak hanya berupa pengulangan seluruh bentuk dasar (dwilingga), tetapi juga mencakup reduplikasi sebagian, reduplikasi dengan afiks, serta reduplikasi bermakna intensitas atau frekuensi. Penggunaan reduplikasi dalam animasi tersebut berfungsi untuk mempertegas makna, menciptakan efek ekspresif, dan memperjelas konteks tindakan yang ditampilkan secara visual maupun verbal. Temuan ini menegaskan bahwa reduplikasi memiliki peran penting dalam membangun gaya bahasa yang ringan dan komunikatif, sekaligus memperlihatkan bagaimana fenomena morfologis muncul secara natural dalam media hiburan digital. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian morfologi terapan dan memberikan rujukan bagi penelitian serupa pada media audiovisual lainnya.
Copyrights © 2025