Abstrak: Studi ini menginvestigasi implementasi dan pengembangan pendidikan Islam di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah wilayah dengan demografi mayoritas non-Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, dan defisit tenaga pengajar kompeten. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam di NTT bertumpu pada dua strategi utama. Pertama, strategi internal yang meliputi pembangunan fisik dan non-fisik, manajemen keuangan yang akuntabel, serta peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, strategi eksternal yang difokuskan pada penguatan "jaringan organik" (integrasi teknologi informasi/internet) dan "jaringan non-organik" (optimalisasi hubungan masyarakat dan stakeholder). Studi ini menyimpulkan bahwa strategi tersebut tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator harmoni sosial dan pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Daerah Minoritas, Manajemen Strategis, Jaringan Organik, Harmoni Sosial, NTT. Abstract: This study investigates the implementation and development of Islamic education in East Nusa Tenggara (NTT), a region characterised by a non-Muslim majority demographic. The research aims to analyse the adaptation strategies employed by Islamic educational institutions in navigating geographical challenges, infrastructural limitations, and a deficit of competent teaching staff. Utilising a qualitative approach, data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews. The findings reveal that the development of Islamic education in NTT relies on two primary strategies. Firstly, internal strategies comprise physical and non-physical development, accountable financial management, and the enhancement of Human Resource (HR) competence. Secondly, external strategies focus on strengthening "organic networks" (integration of information technology/internet) and "non-organic networks" (optimisation of community relations and stakeholders). The study concludes that these strategies not only improve educational quality but also serve as catalysts for social cohesion and community empowerment in border regions.
Copyrights © 2025