Materi Listrik Arus Bolak-Balik (AC) memiliki karakteristik abstrak yang seringkali sulit dipahami siswa, sehingga berpotensi memengaruhi sikap ilmiah mereka dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa yang diajarkan menggunakan media simulasi PhET dibandingkan dengan metode ceramah konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif (Comparative Descriptive) dengan desain Post-test Only Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 58 siswa kelas XII SMA 12 Kota Jambi, yang terbagi menjadi dua kelas: Kelas XII F5 (n=33) sebagai kelas kontrol dengan metode ceramah, dan Kelas XII F8 (n=25) sebagai kelas eksperimen dengan simulasi PhET. Instrumen pengumpulan data menggunakan Angket Sikap Ilmiah yang valid (30 item) dengan skala Likert 1-5 yang mencakup tujuh indikator: keingintahuan, respek terhadap data, berpikir kritis, penemuan, berpikir terbuka, ketekunan, dan peka lingkungan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelas dengan simulasi PhET memperoleh skor rata-rata sikap ilmiah sebesar 4.18 (Sangat Tinggi), lebih unggul dibandingkan kelas ceramah sebesar 3.91 (Tinggi). Perbedaan paling signifikan terlihat pada indikator Berpikir Kritis dan Respek terhadap Data. Hal ini mengindikasikan bahwa visualisasi virtual membantu siswa lebih antusias, objektif, dan kritis dalam mengolah data fenomena fisika yang abstrak.
Copyrights © 2025