Rendahnya minat membaca dan motivasi belajar siswa di MI Darul Qori berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran, sehingga diperlukan upaya terstruktur untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan minat membaca dan motivasi belajar siswa melalui kegiatan literasi yang dilaksanakan secara konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara selama empat minggu. Subjek penelitian terdiri dari 25 siswa kelas V dan guru wali kelas. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua aspek yang diteliti. Persentase siswa dengan minat membaca tinggi meningkat dari 20% pada minggu pertama menjadi 48% pada minggu keempat. Selain itu, motivasi belajar yang awalnya didominasi motivasi ekstrinsik, seperti pujian dan reward dari guru, secara bertahap bergeser menjadi motivasi intrinsik, ditunjukkan oleh munculnya keinginan siswa untuk membaca dan belajar secara mandiri. Penelitian juga menemukan adanya hubungan positif antara minat membaca dan motivasi belajar, di mana siswa dengan minat membaca tinggi cenderung lebih aktif, percaya diri, dan menunjukkan semangat belajar yang lebih kuat. Namun demikian, hambatan seperti keterbatasan bahan bacaan yang menarik serta pemanfaatan pojok baca yang belum optimal masih ditemukan. Oleh karena itu, sekolah disarankan memperkaya fasilitas literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung perkembangan motivasi dan minat membaca siswa.
Copyrights © 2025