Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas inklusi SMP Permata Hati Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik reguler maupun berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VAK diterapkan melalui penggunaan media visual seperti gambar dan video, penjelasan auditori melalui ceramah dan diskusi, serta aktivitas kinestetik seperti praktik ibadah. Penerapan VAK membantu meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa, meskipun guru masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kebutuhan adaptasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Secara keseluruhan, model VAK terbukti relevan dan efektif digunakan dalam pembelajaran PAI pada kelas inklusi.
Copyrights © 2025