Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemikiran instrumentalisme John Dewey sebagai dasar modernisasi Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan pedagogis yang tetap selaras dengan epistemologi wahyu. Dengan menggunakan metode studi literatur dan analisis filosofis, penelitian ini mengeksplorasi konsep pengalaman, inquiry, dan demokrasi pendidikan dalam pemikiran Dewey serta memetakan ketegangan epistemologisnya dengan konsep kebenaran dalam Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Dewey dapat memberikan kontribusi signifikan apabila diadaptasi secara metodologis, khususnya dalam pembentukan pola pembelajaran yang partisipatif, reflektif, dan kontekstual. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa pengalaman dapat berfungsi sebagai media internalisasi nilai tanpa diposisikan sebagai sumber kebenaran, sementara inquiry dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk memahami relevansi ajaran Islam dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menawarkan model sintesis pedagogis yang menempatkan pengalaman, inquiry, dan demokrasi kelas sebagai fondasi modernisasi PAI yang humanistik dan adaptif tanpa mengurangi otoritas wahyu sebagai pemandu nilai. Kesimpulan ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran agama yang lebih relevan dengan tuntutan era modern serta membuka peluang penelitian lanjutan pada implementasi model ini dalam konteks pendidikan Islam.
Copyrights © 2025