Abstrak Pondok Pesantren salaf menekankan penguasaan kitab kuning dengan pendekatan gramatikal analitik melalui metode sorogan, bandongan, dan wetonan. Namun, di tengah perkembangan literasi Arab modern yang semakin dinamis, santri menghadapi kesulitan dalam memahami teks-teks arab kontemporer yang lebih komunikatif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek santri kelas Alfiyah di Pondok Pesantren Ainul Falah, Lampung Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan paparan terhadap teks Arab modern, dominasi pendekatan gramatikal, kurangnya penguasaan kosakata tematik kontemporer, serta keterbatasan media dan sumber pembelajaran merupakan faktor utama yang memengaruhi kesulitan santri. Meskipun santri memiliki kemampuan analitis yang kuat dalam membaca teks klasik, mereka menunjukkan kelemahan dalam memahami konteks wacana dan makna pragmatis dalam teks modern. Untuk menjembatani kesenjangan ini, diperlukan integrasi teks Arab kontemporer ke dalam kurikulum, pengajaran kosakata tematik secara kontekstual, penerapan pembelajaran berbasis diskusi wacana, dan pemanfaatan media digital.
Copyrights © 2025