Perilaku bullying dari waktu ke waktu terus menghantui anak-anak Indonesia. Kasus bullying merajalela pada anak-anak dan terutama terjadi di lingkungan sekolah dan lingkungan perumahan. Kasus bullying di Indonesia sering terjadi di lembaga pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, tahun 2011 merupakan tahun dengan tingkat kasus perundungan tertinggi di sekolah dan lingkungan perumahan, yakni 339 kasus kekerasan, dan 82 di antaranya meninggal dunia. Layanan ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku bullying remaja dan melakukan intervensi melalui proses edukasi dan kelompok di Desa Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Desain kegiatan meliputi pemetaan, edukasi, pembuatan poster, game dan pemutaran film. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data meliputi identifikasi perilaku bullying pada remaja, diikuti dengan intervensi berupa pendidikan, proses kelompok, pembuatan poster, dan pemutaran film. Data dianalisis dengan analisis deskriptif.
Copyrights © 2025