The phenomenon of hate speech that occurs through someone's personal social media account platform is certainly no longer something foreign to our ears. In this article, the researcher explains how hate speech can occur and provides the results of research by collecting data via comments on the Instagram social media account belonging to public figure Nikita Mirzani Mawardi. This research takes a pragmatic study approach which uses a qualitative descriptive research method using the selective note-taking method as a data collection technique to analyze various types of comments that give rise to negative responses because the accounts contain various controversial matters. The researcher presents the main focus in this research as identifying and classifying hate speech and investigating the pragmatic meaning packaged in the form of hate speech which is expressed using various communication sketch tricks aimed at attacking the figure. Based on researchers' analysis, hate speech is classified into three types, namely hate speech in the form of defamation, hate speech in the form of insults, and hate speech in the form of provocation. This research also provides knowledge about the dynamics of language in various social media, especially Instagram. AbstrakFenomena ujaran kebencian yang terjadi melalui platform akun sosial media milik pribadi seseorang tentunya bukan lagi hal asing yang terdengar ke telinga kita. Pada artikel ini peneliti memaparkan bagaimana ujaran kebencian dapat terjadi serta memberikan hasil dari sebuah penelitian melalui pengumpulan data lewat komentar akun sosial media Instagram milik publik figur Nikita Mirzani Mawardi. Pada penelitian ini mengambil pendekatan kajian pragmatik yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan metode simak catat dengan selektif, sebagai teknik pengumpulan datanya untuk menganalisis berbagai jenis komentar yang menimbulkan respon negatif karena akun tersebut berisi dengan berbagai kontroversi. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik SBLC (simak bebas libat cakap) dengan mereduksi data terlebih dahulu kemudian menginterpretasi sesuai dengan permasalahan penelitian. Peneliti menyuguhkan fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan ujaran kebencian dan mengusut makna pragmatik yang dikemas dalam bentuk ujaran kebencian yang diungkapkan dengan berbagai trik sketsa komunikasi yang bertujuan menyerang tokoh tersebut. Berdarkan analisis peneliti ujaran kebencian diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu ujaran kebencian berbentuk pencemaran nama baik, ujaran kebencian berbentuk penghinaan, dan ujaran kebencian berbentuk provokasi. Penelitian ini juga memberikan pengetahuan mengenai dinamika berbahasa diberbagai media sosial terutama Instagram.
Copyrights © 2025