Bahasa tidak dapat dilepaskan dari karya sastra mengingat bahasa merupakan media karya sastra. Keindahan sebuah karya sastra sebagian besar disebabkan oleh kemampuan penulis mengeksploitasi kelenturan bahasanya sehingga menimbulkan kekuatan bahasa dan keindahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahgaimana penggunaan gaya bahasa khususnya dalam sastra lisan Wolio yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif dengan teknik inventarisasi, baca-simak, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sastra lisan Wolio ditemukan beberapa penggunaan gaya bahasa yaitu gaya bahasa hiperbola, metafora, paralelisme, repetisi, klimaks, anabasis, dan antitesis. AbstractLanguage cannot be separated with literary work regarding its role as the media of literary work. The beautyof a literary work mostly is caused by the author’s ability to exploit his language flexibility then it drives thepower and the beauty of language. This research aims to find out the use of figurative language, especially inoral literatures of Wolio, found in South East Sulawesi Province. This research is a descriptive qualitative byusing inventory, reading-listening, and noting techniques of collecting data. The result of research shows thatin oral literatures of Wolio, thre’re found some figurative languages, such as hyperbol, metaphor, parallelism,repetition, climax, anabasic, and antithesis.
Copyrights © 2017