Laiyolo is one of the most endangered languages. The language is one of the cultural assets that exist in South Sulawesi, in particular Selayar Islands District, Laiyolo village. This research aims to describe and identify multiple antonyms in Laiyolo language. The compound antonyms in Laiyolo are contradictory and have an antonymous relationship. The method used is qualitative descriptive which uses of library study and the data gathered technique is done by using of reading- scrutinizing, recording, and observation techniques. The data source comes from the native speakers of Laiyolo, in particular Selayar Islands District. The results show that the forms of compound antonyms in Laiyolo are divided into three groups, namely (1) compound antonym of noun (2) compound antonym of verb, (3) compound antonym of adjective. All three forms have their own characteristic. AbstrakPemakaian bahasa saat ini khususnya bahasa Laiyolo merupakan salah satu bahasa yang terancam punah. Bahasa tersebut merupakan salah satu aset budaya yang ada di Sulawesi Selatan di Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya di desa Laiyolo. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan mengidentifikasi antonimi majemuk dalam bahasa Laiyolo. Antonimi majemuk dalam bahasa Laiyolo merupakan kata-kata yang berlawanan makna dan mempunyai perhubungan yang bersifat antonimi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik kajian pustaka dan kajian lapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan merupakan penelitian kepustakaan dan pengamatan dengan teknik baca-simak, pencatatan, pengamatan. Sumber data berasal dari penutur bahasa Laiyolo, Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil penelitian menunjukkan bentuk antonimi majemuk dalam bahasa Laiyolo ditemukan beberapa antonimi majemuk yang dibedakan atas tiga golongan, yaitu (1) antonimi majemuk kata benda (2) antonimi majemuk kata kerja, (3) antonimi majemuk kata sifat.
Copyrights © 2017