Pengkajian dan pemanfaatan kearifan berbahasa menjadi penting sebagai resep untuk kehidupan berbahasa yang dianggap mulai kurang sehat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai dan pola kearifan berbahasa masyarakat Luwu yang terealisasi dalam tradisi pertanian ma’bunga’ lalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan karakteristik deskriptif-naturalistik. Data 3 (tiga) wacana ritual dalam tradisi ma’bunga’ lalang diperoleh melalui observasi. Data penjelasan ritual diperoleh melalui wawancara 20 informan. Data penelitian dianalisis melalui tahapan transkprisi, pengkodean, pengembangan ide, interpretasi data, penarikan kesimpulan. Pada ranah kognitif, masyarakat Luwu selalu berbahasa secara sistematis, logis, kreatif-purposif, dan dapat berpola konstitutif. Pada ranah psikomotorik, masyarakat Luwu umumnya berbahasa atau menyampaikan sesuatu dengan lembut, tenang dan hati-hati, serta sesuai dengan apa yang dilakukan. Pada ranah afektif, masyarakat Luwu selalu fokus ketika menyampaikan keinginan atau doa, menyapa pihak lain dengan nama/sapaan yang baik, memiliki positivisme dan sugesti yang baik dalam berbahasa/bertutur. Pola dan nilai kearifan berbahasa dalam tradisi ma’bunga’ lalang ini dapat dipromosikan sebagai salah satu penciri budaya Luwu dan dijadikan tuntunan berbahasa oleh masyarakat Luwu dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2022