Abstrak: Kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik fisik, seksual, psikologis, maupun berbasis online, berdampak serius pada kesehatan mental penyintas. Layanan konseling yang tersedia masih terbatas pada tatap muka, sehingga akses korban di daerah terpencil terhambat. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan layanan konseling berbasis website PulihBersama.id yang aman, inklusif, dan mudah diakses. Mitra kegiatan adalah organisasi pemberdayaan perempuan di tingkat kabupaten yang terdiri dari 74 kader dan anggota tim motivasi ketahanan keluarga. Metode meliputi workshop, pendampingan, dan uji coba aplikasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan kader dalam mengoperasikan aplikasi, dari 42% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan, atau meningkat 45%. Peningkatan ini mencakup kemampuan pendaftaran kasus, pencatatan konseling, dan rujukan layanan. Program ini memperkuat literasi digital kader sekaligus memperluas akses konseling berbasis komunitas bagi penyintas kekerasan. Dengan demikian, keberlanjutan perlindungan psikososial dapat lebih terjamin melalui pemanfaatan teknologi digital.Abstract: Violence against women and children, whether physical, sexual, psychological, or online-based, has a serious impact on survivors' mental health. The available counseling services are still limited to face-to-face, so victims' access in remote areas is hampered. This service program aims to develop PulihBersama.id website-based counseling services that are safe, inclusive, and easily accessible. The activity partner is a women's empowerment organization at the Ang level consisting of 74 cadres and members of the family resilience motivation team. The method includes workshops, mentoring, and application trials, with pre-test and post-test evaluations. The results showed a significant increase in the skill of cadres in operating the application, from 42% before the activity to 87% after the activity, or an increase of 45%. These improvements include case registration, counseling logging, and service referral capabilities. This program strengthens the digital literacy of cadres while expanding access to community-based counseling for survivors of violence. Thus, the sustainability of psychosocial protection can be better guaranteed through the use of digital technology.
Copyrights © 2025