Abstrak: Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah serius. Salah satu wilayah di Indonesia dengan prevalensi tinggi stunting adalah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kecamatan Bukit Batu dengan angka 27,4%. Kecamatan Bukit Batu kaya akan sumber daya alam, salah satunya sayuran lokal bernama terong asam (rimbang), yang kaya vitamin dan dapat membantu mencegah stunting. Namun, pemanfaatannya masih minim karena kurangnya pengetahuan. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan dan memberi pengetahuan dalam rangka pencegahan stunting di kecamatan Bukit Batu. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi terkait inovasi berbahan lokal rimbang sebagai bahan jajanan pencegah stunting, dengan melibatkan seluruh orang tua di posyandu Kecamatan Bukit Batu dengan total peserta 30 dari 32 orang yang terdiri dari ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader kesehatan. Hasil evaluasi di lakukan dengan metode pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta ≥80% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (71,25%) dan post-test (88,28%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: In Indonesia, stunting remains a serious problem. One region in Indonesia with a high prevalence of stunting is Central Kalimantan Province, particularly Bukit Batu District, with a rate of 27.4%. Bukit Batu District is rich in natural resources, one of which is a local vegetable called sour eggplant (rimbang), which is rich in vitamins and can help prevent stunting. However, its utilization remains minimal due to a lack of knowledge. The goal of this community service is to increase and provide knowledge for stunting prevention in Bukit Batu District. The method used was to provide outreach regarding the innovation of local ingredients such as rimbang as a stunting-preventing snack. This involved all parents at the Bukit Batu District Integrated Health Post (Posyandu), with a total of 30 out of 32 participants, consisting of mothers with toddlers, pregnant women, and health cadres. The evaluation results were carried out using pre-test and post-test methods which were filled out by activity participants in the form of a questionnaire. The evaluation results of this activity achieved all indicators of success, with attendance exceeding 80% of all invitations distributed, and participants' knowledge increased based on the results of the pre-test (71.25%) and post-test (88.28%).
Copyrights © 2025