Kesehatan mental karyawan merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan. Namun, banyak organisasi masih menempatkannya sebagai isu sekunder sehingga memicu meningkatnya stres, kelelahan emosional, dan menurunnya kesejahteraan karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis kesehatan mental dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memahami faktor–faktor utama yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi akademik terbitan tahun 2019–2024. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi masalah, seleksi literatur, serta sintesis tematik terhadap temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kerja, beban tugas yang berlebihan, konflik peran, dan kurangnya dukungan sosial merupakan penyebab utama penurunan kesehatan mental karyawan. Selain itu, dukungan organisasi melalui konseling, pelatihan manajemen stres, kebijakan kerja fleksibel, dan program bantuan karyawan terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis serta kualitas kesejahteraan. Temuan juga menegaskan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan langsung dengan produktivitas, komitmen, dan retensi tenaga kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kebijakan kesehatan mental ke dalam strategi manajemen sumber daya manusia merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan mendukung keberlanjutan organisasi.
Copyrights © 2025