Tulisan ini merupakan sebuah upaya pembacaan kritis atas cerpen “Hujan Pertama dari Kampung Kafir” dengan menggunakan perspektif orientalisme Edward Said. Cerpen ini ditulis oleh Silvester Petara Hurit dan diterbitkan pada koran Jawa Pos pada 25 Oktober 2020. Tujuannya adalah untuk menemukan gagasan orientalisme dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif melalui dua tahap kajian. Tahap pertama adalah membaca dengan cermat teks cerpen ‘Hujan Pertama dari Kampung Kafir”. Pada tahap kedua, wacana orientalisme disintesiskan dengan teks cerita pendek. Seluruh pembacaan cerpen ini dikaitkan dengan konteks sejarah kolonialisme dan akibat yang ditinggalkan di Flores Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menampilkan adanya dominasi kekuasaan kolonial (politis, intelektual kultural dan moral) serta hegemoni identitas agama penjajah di hadapan agama tradisional di Flores Timur
Copyrights © 2024